PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERKEBUNAN T.A.2009
MALANG, 15 - 17 JUNI 2009
Rapat Kerja Puslitbang Perkebunan telah dilaksanakan pada tanggal 15 - 17 Juni 2009 di Balittas, Malang yang dihadiri oleh para pejabat struktural lingkup Puslitbang Perkebunan. Rapat kerja tersebut dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Dr.Ir. Sumarjo Gatot Irianto. Dalam arahan beliau, disampaikan bahwa :
a. Pengalokasian anggaran penelitian pengembangan di Balai lingkup Puslitbang Perkebunan diharapkan tidak disamaratakan, tetapi didasarkan kepada kinerja masing-masing Balai.
b. Mandat Utama Balai Penelitian adalah : menghasilkan benih dan bibit serta teknologi lainnya, hendaknya mutu benih dan bibit yang diproduksi berasal dari grade A.
c. Pemanfaatan Jasa Pustaka untuk reference agar ditingkatkan, pengembangan komoditas melalui molekuler breeding, kultur jaringan atau hibrida juga ditingkatkan
d. Untuk peningkatan kerjasama penelitian dengan stakeholders menunjukkan bahwa teknologi Balai banyak diserap oleh pihak ketiga, oleh sebab itu dapat digunakan untuk mengukur kinerja Balai.
e. Optimalisasi pemanfaatan kebun percobaan harus kelihatan pemanfatannya.
f. Peneliti senior agar membimbing untuk dapat memformulasikan penelitianya beserta outputnya.
Kapuslitbang Perkebunan dalam pembingkaiannya disampaikan bahwa komoditas utama dari Balai Penelitian maksimal 3, serta mendukung progam strategis Departemen Pertanian, walaupun lainnya dapat dikerjasamakan.
Badan Litbang Pertanian saat ini telah menyusun draft Renstra Badan Litbang Pertanian 2010 - 2014, dengan visi untuk lima tahun kedepan adalah ""Pada tahun 2014 menjadi lembaga penelitian dan pengembangan pertanian berkelas dunia dalam menghasilkan dan mengembangkan inovasi pertanian mendukung terwujudnya sistem pertanian industrial".
Renstra Puslitbang Perkebunan yang akan digodok dalam Raker ini akan mengacu pada Renstra Badan Litbang. Arahan Kapuslitbangbun bahwa dalam penyusunan Renstra 2010 - 2014, sebaiknya ringkas dan mudah dipahami dan dimengerti oleh seluruh unsur yang ada di Puslitbang Perkebunan. Renstra tersebut akan menjadi acuan 5 tahun ke depan, meski ada issue lain dalam perjalanan lima tahun tersebut. Prioritas utama komoditas kita harus sesuai dengan komoditas utama direktorat teknis perkebunan Departemen Pertanian.
Hasil pemantapan draft isi Renstra secara ringkas sebagai berikut:
1. Profile Puslitbang meliputi SD Litbang dan Capaian Inovasi. Profile SD Litbang mencakup profil SDM, SD Aset (Sarana Komunikasi, Laboratorium, Rumah kaca, KP), SD Anggaran .
2. Issue Stategis: 1)Issue mewujudkan pertanian yang tangguh untuk pemantapan ketahanan pangan , peningkatan nilai tambah dan daya saing produk pertanian serta peningkatan kesejahteraan petani; 2) Sistem perdagangan global, berkaitan dengan perdagangan bebas melalui pengaturan non tariff, penghapusan subsidi eksport komoditas; 3) Produk pertanian Indonesia harus mempunyai daya saing komoditas eksport yang berkaitan dengan Lingkungan dan kesehatan; 4) Peningkatan jumlah penduduk di Jawa yang tinggi menyebabkan lahan produktif berkurang karena terjadi konversi lahan dan degradasi sumber daya alam, terutama di daerah aliran sungai (DAS) akibat pemanfaatan lahan yang sangat intensif; dan 5) Issue Penyediaan agro input (benih, insektisida dan pupuk) bermutu dan berdaya saing tinggi. Sedangkan Isue-isue yang mempengaruhi kelompok komoditas perkebunan dan arah penelitian Balai adalah : 1) Harga bahan bakar minyak yang tidak stabil, 2)Penurunan ekspor komoditas dan meningkatnya volume impor; 3) Isu back to basic dan back to nature makin mendunia; dan 4) Berbagai pencanangan program pengembangan: pengembangan tanaman hortikultura, Kapas rakyat, peremajaan kelapa terpadu, revitalisasi perkebunan, pengembangan biofuel
3. Visi Puslitbang Perkebunan 2014 adalah :
" Menjadi pusat keunggulan inovasi teknologi perkebunan berkelas dunia "
4. Misi : 1) Menghasilkan dan mengembangkan inovasi teknologi unggulan dan kebijakan di bidang perkebunan; 2) Meningkatkan kualitas dan optimasi pemanfaatan sumberdaya penelitian dan pengembangan perkebunan; 3) Mengembangkan jaringan dan meningkatkan kerjasama iptek di tingkat nasional dan internasional.
5. Strategi Utama Puslitbang perkebunan tahun 2010-2014 ditetapkan sebagai berikut: 1) Mengembangkan kreatifitas/kompetensi sumber daya manusia; 2) Mengoptimalkan kapasitas sumberdaya penelitian dan pengembangan; 3) Mengembangkan aliansi kerjasama strategis
6. Sasaran utama : menghasilkan inovasi teknologi unggulan perkebunan berkelas dunia yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat perkebunan.
7. Tujuan : 1) Memenuhi kebutuhan pasar input dan output dengan menghasilkan varietas unggul, teknologi budidaya dan pasca panen ramah lingkungan serta rekomendasi kebijakannya, 2) Meningkatkan kapasitas dan kompetensi lembaga dalam menghasilkan varietas unggul, teknologi budidaya dan pasca panen ramah lingkungan serta rekomendasi kebijakannya; 3) Menghasilkan dan mengembangkan teknologi dasar terutama bioteknologi dan nanoteknologi yang mampu mengantisipasi perubahan selera konsumen, gangguan OPT, dan perubahan kondisi lingkungan; 4) Mengefektifkan metode dan media diseminasi inovasi teknologi perkebunan; 5) Mengembangkan aliansi kerjasama strategis untuk meningkatkan intensitas penelitian dan mendistribusikan insentif teknologi secara proporsional.
8. Strategi Dasar: 1) Penguatan inovasi teknologi perkebunan yang berorientasi pada pemecahan masalah strategis dan berwawasan lingkungan pada pengembangan komoditas Lada, Jambu mete, kemiri sunan, kapas, jarak pagar, kelapa, sagu, aren, jahe, temulawak, dan nilam; 2) "Outsourcing" pendanaan dan tenaga ahli melalui aliansi kerjasama strategis; 3) Optimalisasi sumberdaya penelitian dalam rangka memacu peningkatan produktivitas dan kualitas penelitian dan pengembangan untuk memenuhi kebutuhan pengguna, 4) Peningkatan kualitas rekomendasi kebijakan yang mampu menyelesaikan masalah dan isu pembangunan perkebunan yang sedang berkembang; 5) Mengefektifkan metode dan media diseminasi teknologi perkebunan melalui berbagai media informasi mutakhir.
9. Program Strategis Perkebunan yang ditetapkan dalam Renstra 2010 -1014 memayungi kegiatan dari semua sumber dana baik dari APBN maupun sumber dana lain (kerjasama). Kegiatannya fokus pada komoditi dan/atau bidang masalah. Penentuan Komoditas Penting/Strategis adalah komoditas penting/utama yaitu Komoditas unggulan yang mendukung program strategis Departemen Pertanian atau komoditas yang telah ditetapkan oleh Departemen pertanian melalui Direktorat Jenderal terkait. Selain itu komoditas tersebut mempunyai bidang masalah yang penting untuk dipecahkan . Prioritas Penelitian dalam Renstra berdasarkan komoditas : 1) komoditas prioritas utama dan 2) Komoditas potensial
Komoditas Prioritas utama ditetapkan 2-3 komoditas dari masing-masing Balai Penelitian yaitu:
Balittri: Lada, Jambu Mete dan Cengkeh
Balittro: Jahe, Nilam dan Temu lawak
Balittas: Kapas, Jarak Pagar dan Tembakau
Balitka: Kelapa, Sagu dan Aren
Untuk Komoditas Potensial (2-3)
Balittri: Panili, pala dan Kemiri Sunan
Balittro: Lempuyang wangi, Akar wangi, Serai wangi
Balittas: Jarak Kepyar, Kenaf dan Bunga Matahari
Balitka: Pinang dan Lontar
10. Langkah Operasional terlampir dalam draft Renstra ini secra lengkap, yang terdiri dari langkah operasional :
a. Program penelitian dan pengembangan perkebunan;
b. ProgramPerbenihan;
c. Program Plasma Nutfah;
d. Program Diseminasi
11. Dokumen pelaksanaan Monev dituangkan dalam LAKIP, SIMMONEV dan Laporan Pelaksanaan Monev. Langkah-langkah Operasional Program Monev 2010-2014 mencakup: 1) Menyiapkan Pedoman Umum, Petunjuk Pelaksanaan (Juklak), dan Petunjuk Teknis (Juknis) Monev yang disusun secara berjenjang sampai tingkat UPT; 2) Pelaksanaan Monev secara reguler dan berjenjang; 3) Evaluasi capaian sasaran Renstra setiap tahun
12. Kerjasama penelitian perlu dicari solusi legalitas hokum dalam rangka pengamanan asset, SDM, dan output yang dihasilkan serta PNBP
Malang, Juni 2009
Tim Perumus
Dibaca: 688 kali.